Dikutip dari Reuters, menteri negara-negara OPEC dan produsen minyak besar di luar OPEC mengatakan telah memangkas produksi minyak sebesar 1,5 juta barel per hari dari total pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel per hari.
Produksi Arab Saudi kemungkinan akan turun menjadi 9,9 juta barel per hari pada bulan Januari, sesuai data yang dimiliki negara itu. Angka ini menurun drastis dibanding produksi bulan Desember sebesar 10,47 juta barel per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi minyak AS telah meningkat lebih dari 6 persen sejak pertengahan 2016. Posisi ini kembali ke level akhir 2014, di mana penguatan produksi minyak AS bikin harga minyak dunia lunglai.
Pasca penutupan, kenaikan harga minyak kembali tertahan setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah, bensin, dan diesel AS meningkat pada pekan lalu.
Di samping itu, pelaku pasar juga menanti laporan persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) pada Rabu pekan ini. Namun, beberapa analis mengatakan persediaan minyak mentah mungkin akan bertambah 2,8 juta barel pada pekan lalu.
Tetapi, rencana penerapan pajak perbatasan AS bisa membuat harga WTI lebih mahal dibanding Brent. Analis memperkirakan, harga WTI bisa bergerak sebesar US$10 per barel lebih mahal dibanding Brent. Angka ini berbanding terbalik jika dibandingkan posisi saat ini, di mana harga WTI pada posisi US$3 lebih murah terhadap Brent. (gir)