Trump Presiden, Dow Jones Sentuh 20.000 Poin

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 26/01/2017 04:26 WIB
Trump Presiden, Dow Jones Sentuh 20.000 Poin Ilustrasi. Dow Jones sentuh 20.000 poin setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS. (REUTERS/Yuya Shino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Industrial Dow Jones mencapai angka 20.000 poin untuk pertama kalinya, Rabu (25/1), menguat 1.667 poin sejak Donald Trump memenangkan pemilu November.

Hal ini disebut sebagai bukti optimisme investor terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat.

“Pasar saham telah menunjukkan persetujuannya untuk Trump. Hari-hari bahagia kembali lagi,” kata Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, sebagaimana dikutip CNN.

Wall Street jelas meyakini rencana Trump untuk memangkas pajak, meningkatkan pengeluaran infrastruktur dan memotong regulasi akan membuat perekonomian AS tumbuh lebih cepat.

Jika hal ini terjadi tanpa adanya gangguan pada pasar global, maka keuntungan korporat bisa melambung.

Namun, lonjakan saham juga mencerminkan ekonomi solid yang diwariskan Presiden Barack Obama, pendahulunya. AS telah menambah lapangan pekerjaan untuk 75 bulan secara terus menerus. 

Angka ini tercatat sebagai rekor dan jumlah pengangguran sekarang hampir berada di titik terendah dalam 10 tahun.

Pencapaian Dow Jones juga menunjukkan seberapa banyak perubahan yang terjadi di perekonomian AS selama delapan tahun belakangan. Indeks sempat jatuh ke angka 6.440 pada Maret 2009, membuat Wall Street khawatir akan kejatuhan sepenuhnya sistem finansial AS.

Kenaikan sebesar 13.500 poin sejak saat itu didorong oleh pemulihan ekonomi yang konsisten, meski tidak sempurna. Didukung pula oleh program stimulus bank sentral AS dan bunga nyaris nol persen.

Walau rebound terjadi lebih lambat daripada yang diharapkan, angka pengangguran kini berada di titik terendah sejak 2007 dan keuntungan korporat mencapai titik tertinggi.

“Perekonomian berkembang banyak dalam delapan tahun. Secara keseluruhan, perekonomian kini lebih sehat dan sesuai dengan pasar saham yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata David Kelly, kepala strategi global di JPMorgan.

Tidak banyak yang memperkirakan Dow Jones akan meningkat sebegitu pesat, terutama setelah Trump terpilih jadi Presiden. Bahkan, banyak pihak khawatir pasar akan jatuh jika Trump membuat marah Hillary Clinton.
 



(aal)