Rini menekankan, dirinya tak ingin lagi mendengar kasus korupsi yang membelit pejabat BUMN di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti kasus korupsi yang menyeret mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar.
"Yang paling utama, jangan sampai hal seperti ini terjadi di bawah pemerintahan Pak Jokowi dan ini berada di bawah pengawasan Menteri BUMN yang sekarang," kata Rini di hadapan para direksi BUMN dalam Executive Leadership Program di kantor Pertamina Pusat, Rabu malam (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta untuk menghilangkan kebiasaan jelek dan betul-betul mengedepankan Merah Putih. Marilah menjadi BUMN yang dibanggakan negara," imbuh Rini.
"Bulan Maret belum saya putuskan tantiem, mudah-mudahan tolong ini dijaga dulu," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan para direksi BUMN agar tak terkena masalah korupsi dengan memanfaatkan nama dan jabatannya di perusahaan pelat merah.
Jokowi menekankan, instruksi dan peringatan yang diberikannya ini demi membenahi BUMN. Ia berharap BUMN dapat menggunakan setiap peluang yang ada dengan baik tanpa membuat kesalahan.
"Ini saya ingatkan karena saya mencintai saudara semua. Jangan sampai kena," ucapnya. (gir)