Jonan Rilis Tiga Aturan Penglaris Investasi Sektor Listrik

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Kamis, 02/02/2017 09:52 WIB
Jonan Rilis Tiga Aturan Penglaris Investasi Sektor Listrik Tiga aturan baru bakal memberi kemudahan bagi produsen listrik swasta (IPP) dalam berinvestasi membangun pembangkit listrik di Indonesia. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan merilis tiga peraturan bernomor 10, 11, dan 12 tahun 2017, yang diyakininya bakal memberikan kemudahan bagi produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam berinvestasi membangun pembangkit listrik di Indonesia.

Tiga aturan tersebut mengatur tentang Perjanjian Jual Beli Ketenagalistrikan, Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik, dan Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

“Aturan-aturan ini diterbitkan untuk lebih meningkatkan investasi serta mewujudkan harga yang wajar dalam jual beli tenaga listrik,” kata Agoes Triboesono, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kamis (2/2).


Menurut Agoes, aturan mengenai listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) disusun dengan formula tertentu agar EBT tetap dapat dikembangkan namun dengan harga yang rasional.

Menteri ESDM telah menyampaikan bahwa energi terbarukan harus tetap dikembangkan namun dengan harga yang wajar,” katanya.

Selain merumuskan tiga aturan diatas, Kementerian ESDM juga telah menerbitkan Permen ESDM nomor 38 tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi Di Pedesaaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan Dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil.

Aturan ini diterbitkan untuk memberikan kesempatan pada pelaku usaha bagi Badan Usaha Milik Daerah, Swasta, dan Koperasi yang berusaha di Bidang Ketenaglistrikan untuk berperan serta dalam kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh infrastruktur PLN. (gen)