Yenni, Bos Pertamina yang Pernah Mendaftar Jadi Wartawan

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 03/02/2017 12:59 WIB
Yenni, Bos Pertamina yang Pernah Mendaftar Jadi Wartawan Menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran direksi, Yenni Andayani sempat mendaftar kerja di Kompas sebagai jurnalis dan Kementerian Luar Negeri. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengejutkan datang dari perusahaan energi terbesar di Indonesia, PT Pertamina (Persero), karena mencopot dua pucuk pimpinannya. Nama Yenni Andayani pun menyeruak setelah didaulat untuk menjadi Plt Direktur Utama perusahaan pelat merah ini. Lantas bagaimana kiprah Yenni selama ini?

Dilansir dari situs resmi Pertamina, Yenni lahir pada tanggal 24 Maret 1965. Ia merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan tahun 1988.

Terakhir ia menjabat sebagai Direktur Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero) pada 28 November 2014 sampai sekarang berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No.SK 265/MBU/11/2014 tanggal 28 November 2014 dan SK No.Kpts-051/ C00000/2014-S0 tentang Tugas dan Wewenang Direksi dan Perubahan Garis Lapor Organisasi PT Pertamina (Persero).

Perjalanan karirnya dimulai sejak 1991 di PT Pertamina dan pernah dipercaya untuk memegang posisi sebagai Direktur Utama PT Nusantara Gas Company Services di Osaka, Jepang, Direktur Utama PT Donggi-Senoro LNG (2009-2012) dan Senior Vice President Gas and Power, Direktorat Gas PT Pertamina (Persero) (2013-2014).


Ia adalah satu-satunya direktur wanita Pertamina saat ini, serta berpengalaman sebagai Komisaris Utama PT Nusantara Regas. Selain itu, sebelum masuk menjadi BPS Pertamina Pemasaran Luar Negeri, sosok yang pernah berkesempatan magang di perusahaan ternama di Washington DC itu sempat mendaftar kerja di Kompas sebagai jurnalis dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Menurutnya, sebagai satu-satunya Direksi perempuan di Pertamina, dirinya adalah ordinary woman in extraordinary situation.

“Mungkin situasi yang memaksa saya untuk lebih berkembang. Terutama sejak masuk di Pertamina, opportunity begitu besar. Karena itu, saya seperti men­dapatkan situasi yang extraordinary. Kondisi inilah menantang saya untuk berkembang lebih cepat,” kata Yenni.

Kini, setelah didaulat negara untuk memimpin Pertamina, Yenni Andayani meyakini perombakan jabatan Dewan Direksi perseroan tidak akan mengganggu kinerja perseroan.

"Tidak [mengganggu kinerja]. Semua sistem sudah ditetapkan. Rencana kerja juga sudah ditetapkan. Masing masing direksi sudah mengetahuinya," tutur Yenni usai menghadiri konferensi pers di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (3/2).

Yenni berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan usaha Pertamina tahun ini. Sejauh ini, dirinya belum akan mengubah kebijakan perseroan. Kalaupun ada perubahan, Yenni akan mengubah kebijakan dengan hati-hati.

Selain menjabat sebagai Plt. Dirut, Yenni juga tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan perusahaan energi nomor satu di Indonesia itu.

"Amanatnya sudah jelas. Saya tugasnya mengisi jabatan strategis dan menjaga solidaritas," jelasnya. (gir/gir)