"Kalau kita lihat pola penyerapan anggaran tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 sudah jauh lebih bagus dalam hal belanja rutin,belanja barang, dari bulan ke bulan meningkat," ujar Josua.
Peneliti Institute For Development Of Economics And Finance (INDEF) Eko Listianto menilai kinerja Sri Mulyani bersama kabinet masih tidak optimal berdasarkan capaian indikator fiskal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran untuk menjaga defisit tetap di bawah 3 persen membuat aparat terlalu berhati-hati dalam membelanjakan anggaran. Akibatnya, lanjut Eko, anggaran kementerian/lembaga tidak terserap optimal.
Pertumbuhan investasi tahun lalu yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto, melambat dari 5,01 persen menjadi 4,48 persen. Hal ini kontradiktif dengan upaya pemerintah untuk mendorong mendorong laju pertumbuhan investasi melalui penerbitan 14 paket kebijakan. Karenanya, perlu ada pembenahan di tataran implementasi lapangan.