Konsumsi rumah tangga, sumber pertumbuhan ekonomi utama dengan porsi mencapai 56,5 persen, pertumbuhannya sepanjang tahun lalu tetap terjaga karena daya beli dan inflasi yang terjaga. Sepanjang tahun lalu, pemerintah berhasil meningkatkan laju pertumbuhannya menjadi 5,01 persen, atau lebih tinggi dari tahun 2015 yang hanya sebesar 4,96 persen.
"Meski pada kuartal tiga dan empat lalu pemerintah harus melakukan beberapa pemotongan anggaran, namun secara keseluruhan pada 2016, dengan defisit 2,46 persen, [belanja pemerintah] itu masih merupakan faktor positif dari sisi perekonomian," tutur Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi perdagangan internasional, pertumbuhan ekspor sudah mulai positif sejak kuartal keempat tahun lalu. Diharapkan, perkembangannya akan terus positif dan tidak akan terganggu dari perkembangan politik negara lain, terutama Amerika Serikat, China, dan negara-negara di Uni Eropa.
"Kita butuh investasi tumbuh lebih tinggi untuk pertumbuhan di atas 5 persen dan kita berharap ekspor tidak mengalami gangguan dari ekonomi global," jelasnya. (gir)