Menko Luhut Sudah Punya Hitungan Balik Modal Baru Blok Masela

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 08/02/2017 09:45 WIB
Menko Luhut Sudah Punya Hitungan Balik Modal Baru Blok Masela Pemerintah kini menawarkan IRR 14,1 sampai 14,2 persen agar Inpex bersedia melanjutkan proyek Blok Masela. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, pemerintah akan kembali menyodorkan perhitungan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) proyek gas Blok Masela kepada Inpex Corporation selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

"Lagi difinalisasi. Kami mau IRR sekitar 14,10 atau 14,20 persen. Kami pastikan bahwa ini menguntungkan kedua belah pihak," ujar Luhut di kantornya, Selasa (7/2).

Perhitungan IRR ini, kata Luhut telah menyesuaikan dari dua perhitungan yang sebelumnya ditemukan oleh pemerintah, yakni berada di bawah 15 persen dan sedikit di atas perhitungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sebesar 12 persen sampai 13 persen.


Sementara itu, untuk penambahan kapasitas kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG), Luhut memastikan pemerintah tetap ingin kapasitas sebsar 7,5 MTPA ditambah dengan gas pipa sebesar 474 MMSCFD.

Dengan perhitungan yang akan segera disodorkan kepada Inpex pada pekan ini, Luhut mengharapkan berbagai asumsi dari pemerintah dan Inpex dapat menemukan kesepakatan sehingga segera diucapkan kata sepakat dari kedua belah pihak.

Bila kedua pihak telah sepakat maka dipastikan Luhut, perhitungan tentang pengembalian biaya penyusunan rencana pengembangan (PoD) kilang LNG dapat segera dilakukan.

"Kami berharap dalam minggu ini mereka menyelesaikan pilihannya yang mana. Sekarang kami buat semuanya transparan," imbuh Luhut.

Kemudian, Luhut kembali memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) akan mengambil hampir separuh dari gas dari hasil produksi Blok Masela.

"Memang Pertamina akan beli hampir 50 persen, sekitar 200 dari 474 MMSCFD," tegasnya.

Bersamaan dengan itu, sebelumnya, Pertamina menyebutkan memang tertarik untuk membeli gas dari Blok Masela dan mendapat dukungan dari Luhut.

"Inisiatif Pertamina juga, kita akan masuk ke hilirnya. Pertamina harus minat, sebagai orang yang berbisnis di gas harus berani," kata Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina yang dicopot pekan lalu.

Untuk diketahui, pembahasan Blok Masela antara pemerintah dan Inpex masih berjalan alot. Pembahasan terakhir, Inpex meminta IRR Blok Masela sebesar 15 persen, kapasitas kilang LNG 9,5 MTPA, PoD kilang LNG skema offshore sebesar US$1,2 miliar, dan penggantian kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) selama 10 tahun. (gen)