"Kami orang pajak di seluruh Indonesia perasaan kami sama seperti masyarakat, sangat sedih. Kami yang susah-susah berjuang mengumpulkan pajak, setelah itu uangnya dikorupsi kami sangat sedih," tutur Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Soksama, Jumat (17/3).
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh atas kasus penyelewengan proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa aspek yang dilihat Sri Mulyani diantaranya proses persetujuan anggaran tahun jamak (multi years) atas proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut hingga pengalokasian anggaran, baik di internal pemerintah maupun yang berhubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Askolani menekankan bahwa Kemenkeu akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Kami akan mendukung proses hukum yang berjalan di PN Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Sebagai informasi, dugaan korupsi pada proyek e-KTP diperkirakan merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Atas dugaan tersebut, KPK telah menciduk dua pejabat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Irman dan Sugiharto, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.
Belakangan kasus tersebut menjadi kasus besar karena melibatkan sejumlah petinggi negara diantaranya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.