Analisis

Memerah Bank Pelat Merah Atas Nama APBN

Elisa Valenta Sari , CNN Indonesia | Senin, 20/03/2017 11:23 WIB
Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama, mengerek jumlah besaran dividen dari laba bersih (payout ratio) bank pelat merah pada tahun buku 2016 demi APBN. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi industri perbankan sepanjang tahun 2016 bisa dibilang tidak begitu cemerlang. Di tengah penyaluran kredit yang melambat, industri perbankan dalam negeri juga dihadapkan oleh membengkaknya rasio kredit macet (non performing loan/NPL).

Situasi tersebut juga membuat bank ramai-ramai menyisihkan beban pencadangan untuk membersihkan kredit macet termasuk yang dilakukan oleh jajaran empat bank milik negara.

Namun, di balik kondisi yang kurang menguntungkan itu, porsi keuntungan dari laba (dividen) yang dibagikan bank BUMN kepada pemegang saham justru melambung tinggi. Termasuk yang disetor kepada pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama, mengerek jumlah besaran dividen dari laba bersih (payout ratio) bank pelat merah pada tahun buku 2016 demi menambal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Aksi Memerah Bank Pelat Merah Atas Nama APBNIlustrasi jumlah dividen bank BUMN. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Dalam hal ini, laba bersih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk digerogoti paling besar, 45 persen, naik dari 30 persen di tahun buku 2015. Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk harus merelakan 40 persen laba bersihnya untuk dibagikan, naik dari 30 persen.

Sementara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membagikan 35 persen laba, naik dari 25 persen. Terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menebar 20 persen labanya untuk dividen, tak berubah dari tahun buku 2015.

Tercatat, dividen yang dibagikan empat bank pelat merah pada tahun buku 2016 lalu tercatat sebagai dividen dengan nominal yang paling besar sepanjang sejarah.

Jika dijumlah, maka empat bank pelat merah itu membagikan dividen dengan total Rp21,08 triliun. Dengan rincian Bank Mandiri Rp6,2 trilium BTN Rp522 miliar, BNI3,96 triliun serta BRI Rp10,4 triliun.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Memerah BUMN, Menambal APBN

1 dari 3