Sumber Marine Sukses Bangun Kapal Listrik Pertama Indonesia
CNN Indonesia
Selasa, 28 Mar 2017 00:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Sumber Marine Shipyard menyelesaikan pembangunan kapal MV Iriana berkapasitas 9.300 deadweight tonnage (DWT). Dengan menerapkan sistem electric propulsion, kapal angkut semen curah tersebut menjadi kapal penghasil tenaga listrik pertama di Indonesia.
Haneco W. Lauwensi, Chairman Sumber Marine menuturkan, kapal yang dipesan PT Pelayaran Andalas Bahtera Baruna (ABB) dari Jakarta ini digerakkan bukan dengan bahan bakar minyak (BBM). Namun menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan oleh electric motor, sehingga hemat energi serta ramah lingkungan.
“Indonesia menjadi negara nomor tiga di Asia dalam membangun jenis kapal ini setelah Jepang dan Taiwan,” ujar Haneco, dikutip dari laman Kementerian Perindustrian, Senin (27/3).
MV Iriana memiliki spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot tersebut dikerjakan oleh 800 pekerja Indonesia dalam waktu kurang dari setahun.
“Bahkan, pemakaian bahan baku untuk kapal besar ini, didominasi baja lokal produksi PT Krakatau Posco, Cilegon,” katanya.
Haneco yakin, keberhasilan perusahaannya membangun kapal bertenaga listrik pertama akan memotivasi industri galangan kapal lain di Indonesia, agar dapat terus maju.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang menyaksikan peluncuran MV Iriana berpendapat, kapal buatan Sumber Marine menjadi bukti kemandirian industri perkapalan nasional.
Bahkan, ia berani menjamin teknologi electric propulsion yang disematkan Sumber Marine ke kapal MV Iriana lebih canggih dibandingkan yang digunakan galangan kapal Jepang.
“Kami memberikan apresiasi karena teknologi di sini akan menghemat energi hingga 20 persen, sedangkan di Jepang hanya saving sekitar 10 persen,” ungkap Airlangga.
Ia menghitung, dengan memesan kapal bertenaga listrik di galangan kapal nasional, ABB telah menghemat devisa sekitar Rp260 miliar untuk satu kapal.
Menurutnya, pembangunan kapal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk juga di dalamnya adalah pengembangan industri galangan kapal.
“Melalui visi kemaritiman, saat ini pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global,” ujarnya. Add
as a preferred
source on Google
Haneco W. Lauwensi, Chairman Sumber Marine menuturkan, kapal yang dipesan PT Pelayaran Andalas Bahtera Baruna (ABB) dari Jakarta ini digerakkan bukan dengan bahan bakar minyak (BBM). Namun menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan oleh electric motor, sehingga hemat energi serta ramah lingkungan.
“Indonesia menjadi negara nomor tiga di Asia dalam membangun jenis kapal ini setelah Jepang dan Taiwan,” ujar Haneco, dikutip dari laman Kementerian Perindustrian, Senin (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bahkan, pemakaian bahan baku untuk kapal besar ini, didominasi baja lokal produksi PT Krakatau Posco, Cilegon,” katanya.
Bahkan, ia berani menjamin teknologi electric propulsion yang disematkan Sumber Marine ke kapal MV Iriana lebih canggih dibandingkan yang digunakan galangan kapal Jepang.
“Kami memberikan apresiasi karena teknologi di sini akan menghemat energi hingga 20 persen, sedangkan di Jepang hanya saving sekitar 10 persen,” ungkap Airlangga.
Ia menghitung, dengan memesan kapal bertenaga listrik di galangan kapal nasional, ABB telah menghemat devisa sekitar Rp260 miliar untuk satu kapal.
Menurutnya, pembangunan kapal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk juga di dalamnya adalah pengembangan industri galangan kapal.
“Melalui visi kemaritiman, saat ini pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global,” ujarnya. Add
as a preferred source on Google