Seperti dilansir dari Reuters, hari terbaik S&P 500 dalam hampir dua minggu datang setelah rekor penguatan untuk saham sejak terpilihnya Presiden Donald Trump pada November 2016 telah terhenti bulan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average menghentak pelemahan beruntun dalam delapan hari, yang terpanjang sejak 2011.
Indeks kepercayaan konsumen AS melonjak ke posisi tertinggi lebih dari 16 tahun pada bulan Maret, di tengah meningkatnya optimisme pasar tenaga kerja, sementara defisit perdagangan menyempit tajam di bulan Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data menggarisbawahi apa yang telah terjadi di seluruh penguatan ini, dan itu menunjukkan kepercayaan diri dan optimisme yang tinggi. Yang semacam telah mendasari ketahanan pasar ekuitas," kata Jim Davis, Manajer Investasi Regional Bank Wealth Management.
Kenaikan bursa saham tersebut terjadi usai penurunan di pekan lalu karena investor cemas atas kemampuan Trump untuk memberlakukan agenda kapmanye setelah Partai Republik gagal untuk meloloskan program kesehatan mereka.
Namun, investor tampaknya telah mengabaikan pelemahan tersebut, dan memilih untuk lebih fokus pada janji Trump soal reformasi pajak AS, yang telah menjadi pendorong utama dalam penguatan saham pasca-pemilu.
Saham sektor keuangan dan sektor energi, yang telah menjadi pemberat laju pasar pada tahun ini, menjadi pendorong utama idneks S&P 500 pada Selasa.
Sektor keuangan melonjak 1,4 persen, dengan saham JPMorgan dan Bank of America memberikan dorongan besar untuk S&P 500. Sektor saham energi naik 1,3 persen, didukung oleh harga minyak yang lebih kuat.