Setidaknya, Direktur BNI Ahmad Baiquni bilang, dana repatriasi tersebut tidak buru-buru dilarikan untuk membeli instrumen investasi. "Itu banyak di deposito. Itu bisa membantu likuiditas kami, tetapi sebelum mereka gunakan untuk investasi," ujar Baiquni, Kamis (30/3).
Tak cuma itu, sokongan likuiditas juga berasal dari aliran uang tebusan tax amnesty. Emiten berkode BBNI ini mencatat, uang tebusan tax amnesty hingga pekan ketiga bulan ini mencapai Rp12 triliun. Diperkirakan, dana repatriasi dan uang tebusan masih akan mengalir dari hasil rekapitulasi yang akan berakhir esok, Jumat (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data terakhir Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), total aset yang terkumpul dalam pagelaran tax amnesty mencapai Rp4.749 triliun.
Harta tersebut terbagi atas deklarasi dalam negeri sebesar Rp3.571 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.032 triliun, repatriasi Rp146 triliun, dan uang tebusan Rp111 triliun.