IPO, Harga Saham CARS Dibuka Naik 4 Persen

Dinda Audriene Muthmainah | CNN Indonesia
Senin, 10 Apr 2017 10:42 WIB
Pada perdagangan perdananya, harga saham CARS dibuka naik empat persen pada level 1.820 per saham. Direktur Utama PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) Sebastianus Harno Budi berharap harga saham IPO CARS sebesar Rp1.750 per saham memperoleh respons positif dari pasar. Pada perdagangan perdananya, harga saham CARS naik empat persen menjadi Rp1.820 per saham. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) resmi mulai melantai di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin (10/4). Pada perdagangan perdananya, harga saham CARS dibuka naik 4 persen pada level 1.820 per saham.

Dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), CARS menawarkan harga sahamnya sebesar Rp1.750 per saham. Harga tersebut berada di level terbawah dari rentang harga yang ditetapkan yakni, Rp1.750-Rp2.300 per saham.

Adapun CARS melepas sebanyak 150 juta lembar saham atau 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Sesuai harga penawaran saat IPO, perusahaan meraih dana segar sebesar Rp262,5 miliar.

"Harga saham IPO sebesar Rp1.750 diharapkan akan mendapatkan response yang positif dari pelaku pasar pada hari pertama perdagangannya," ujar Direktur Utama Bintraco Dharma, Sebastianus Harno Budi, Senin (10/4).

Dalam melaksankan IPO tersebut, CARS menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun volume saham pada perdagangan perdana Bintraco Dharma di lantai bursa tercatat sebanyak 2.450 lot, dengan nilai transaksi Rp450,93 juta, dan frekuensi enam kali.

Sebastianus menjelaskan, pihaknya saat ini kebanjiran peminat sehingga terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 1,3 kali. "Kami mengalami kelebihan permintaan 130 persen," terangnya.

Rencananya, perusahaan akan menggunakan Rp86,62 miliar atau 33 persen dana dari hasil IPO untuk belanja modal. Kemudian juga sebesar Rp86,62 miliar untuk melakukan berbagai kegiatan akuisisi.

"Sisanya akan digunakan untuk modal kerja," terang Sebastianus.

Adapun, hingga kuartal III tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,98 triliun atau naik 23,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, pendapatan bisnis otomotif menyumbang 86,3 persen dan pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 13,7 persen.

"Kami yakin dengan prospek bisnis perusahaan ke depan dan kami berharap kehadiran Bintraco Dharma ke pasar modal akan memberikan nilai tambah bagi stakeholders dan investor," tandasnya.

Sekadar informasi, Bintraco Dharma menjadi emiten kedua yang mencatatkan sahamnya di lantai BEI tahun ini. Sementara, BEI menargetkan adanya tambahan emiten baru sekitar 30-35 perusahaan pada tahun ini.
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER