"Momen pada April hingga Juni indeks harga komoditas memang tertekan karena faktor produksi yang lebih bagus daripada awal tahun jadi berlebihan pasokan (over supply)," ujar Alfred.
Merespons kondisi itu, pasar melakukan aksi jual sebagai bentuk antisipasi. Tak hanya itu, sebagian pelaku pasar juga memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah akhir tahun 2016 dan pada awal tahun ini harga komoditas CPO mengalami perbaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuaca diperkirakan tahun ini cukup baik, kami berharap produksi dapat stabil," ungkap Widya.
Sejumlah analis berpendapat, pelemahan harga saham tiga emiten tersebut juga terkena dampak dari pelemahan pasar saham Wall Street. Maklum saja, ketiganya merupakan emiten yang memiliki kapitalisasi besar di sektor agrikultur.