Terpantau, harga saham Telkom malah naik tipis 0,68 persen saat pembukaan ke level Rp4.400 per saham dari penutupan kemarin di level Rp4.370 per saham. Bahkan, hingga pukul 10.42 WIB, harga saham masih berada di teritori positif di level Rp4.390 per saham atau naik 20 poin (0,46 persen).
Analis Kresna Securities William Mamudi menyebut, kasus pembajakan terkadang memang dapat menjadi sentimen jangka pendek bagi perusahaan. Namun, karena hal ini tidak akan mempengaruhi bisnis perusahaan maka pasar tidak merespons negatif dengan tetap melakukan aksi beli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, saham Telkom masih akan diminati oleh pasar karena perusahaan termasuk dalam LQ45 atau terbilang laris dalam enam bulan terakhir di pasar.
Sedikit mencermati pergerakan harga saham Telkom, harga sahamnya telah mengalami tren kenaikan sejak pertengahan April tahun ini, atau sejak 20 April. Pada 18 April harga saham berada di level Rp4.070 per saham, kemudian tanggal 20 April melaju ke level Rp4.110 per saham. Saat ini, Telkom memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp440,49 triliun.
"Secara teknikal memang sudah rally sejak pertengahan April lalu pelan-pelan mulai ada yang melakukan aksi ambil untung (profit taking)," tutupnya.