Saat ini, menurut Sri Mulyani, peranan APBN belum optimal dalam menangkap dimensi tersebut.
"Menurut saya, masih ada hal-hal yang masih bisa diperbaiki dan diperperkuat," tutur Sri Mulyani usai menghadiri Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2017 di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jumat (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti di Kanada, Menteri Keuangannya (Bill Morneau) mengatakan bahwa tidak akan ada suatu program kalau tidak analisa gendernya. Jadi sangat spesifik untuk hal-hal itu," ujarnya.
Sri Mulyani mengungkapkan, dimensi gender dalam APBN secara khusus tercermin dari alokasi anggaran kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang di antaranya digunakan untuk memberdayakan perempuan Indonesia, melindungi anak, pencegahan perdagangan manusia, pencegahan kekerasaan dalam rumah tangga.