Direktur Investasi Taspen Iman Firmansyah menjelaskan investasi pada sektor infrastruktur memiliki potensi keuntungan yang cukup besar. Investasi langsung di infrastruktur pun telah diatur dan diperbolehkan oleh regulasi pengelolaan dana pensiun.
“Sesuai dengan aturannya, kami diperkenankan bisa investasi langsung maksimum 10 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sektor infrastruktur, pihaknya pun berencana untuk meningkatkan investasinya di sektor properti. Adapun saat ini, Taspen tercatat memiliki dana kelolaan sebanyak Rp170 triliun yang terdiri dari dana pensiun Rp95 triliun dan Rp75 triliun tabungan hari tua
“Kami akan mengurangi porsi penempatan dana di deposito bank seiring dengan semakin menurunnya tingkat bunga,” kata Iqbal.
Untuk itu, pihaknya akan mengalihkan 25 persen dana dari total portofolio perseroan yang masih berbentuk deposito ke surat utang negara (SUN) dan reksadana. Dengan demikian, porsi deposito hanya akan tersisa sekitar 15 persen, sedangkan porsi SUN dan reksadana meningkat 10 persen.
“Kami akan membangun gedung office building (perkantoran-red) di lokasi yang sangat strategis ini,” kata Iqbal.
Adapun saat ini, menurut dia, pihaknya telah menyelesaikan masalah hukum status properti tersebut. Properti tersebut pun saat ini telah memiliki sertifikat atas nama Taspen.
Berdasarkan valuasi sementara, properti yang terletak di pusat Jalan Sudirman Jakarta itu bernilai sekitar Rp2,3 triliun yang terdiri dari gedung sekitar Rp99 miliar dan tanah senilai Rp2,2 triliun.