Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Sri Mulyani, pemerintah menginginkan pengalihan anggaran lewat pos belanja barang ke sektor yang lebih produktif.
"Presiden memang ingin akselerasi, terutama belanja modal yang produktif. Kami akan support (dukung) belanja modal produktif," ujarnya, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspor kan sudah kami lihat sejak Desember yang negatif growth-nya (pertumbuhan) mulai netral. Hampir nol, bahkan slightly positive (sedikit lebih positif)," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.
Sri Mulyani menuturkan, kenaikan harga sejumlah barang dan jasa di awal tahun menjadi salah satu alasan bahwa konsumsi rumah tangga belum bisa diandalkan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal I lalu.
Pun demikian, boleh dibilang kondisi ini menguntungkan karena sedikit banyak telah memberikan kestabilan dalam menghadapi momentum ramadan dan lebaran.