Konsumsi Premium pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 diperkirakan berada pada angka 40,14 ribu kilolitre (kl) per hari, atau lebih kecil dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 65,76 ribu kl per hari.
Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar menuturkan, penurunan konsumsi premium disebabkan karena migrasi pengguna Premium ke BBM dengan kadar oktan lebih tinggi seperti Pertalite. Penurunan konsumsi tersebut pun membuat persediaan stok premium saat ini mampu memenuhi kebutuhan BBM lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi stok per tanggal 21 Mei itu pada level yang tinggi. Seperti contohnya Premium, kami biasanya punya level di bawah 20 hari. Angka inilah yang kita jaga sampai nanti pasca lebaran, tidak boleh turun di bawah 20 hari," ujar Iskandar, Senin (22/5),
Sementara itu, jika dibandingkan rata-rata konsumsi premium saat ini, maka konsumsi saat lebaran mendatang diperkriakan akan meningkat sekitar 5 persen menjadi 45,13 ribu kl per hari.
"Jika rata-rata konsumsi Premium harian (saat ini) hanya sebesar 38,23 ribu kl per hari, maka lebaran nanti konsumsinya akan meningkat 5 persen 45,13 ribu kl per hari karena nampaknya, migrasi Premium ke Pertalite stagnan di tahun ini," lanjutnya.
"Pasokan sudah dipersiapkan lebih dini agar tidak ada pasokan dari impor," jelas Iskandar.
Sebagai informasi, Pertamina memprediksi lonjakan permintaan konsumsi BBM sejak H-12 Idul Fitri hingga H+12. Penjualan BBM pada tahun 2016 tercatat sebesar 64,63 juta kl atau meningkat 2,8 persen dibanding tahun sebelumnya 61,8 juta kl.