Dikutip dari Reuters, Jumat (26/5), OPEC dan beberapa produsen non-OPEC sepakat untuk memperpanjang periode pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel hingga kuartal pertama 2018. Meski, langkah OPEC dapat terbaca, namun investor menginginkan pembatasan produksi yang jauh lebih baik. Akhirnya, banyak aksi jual yang terjadi sepanjang sesi perdagangan kemarin.
Tercatat, volume perdagangan mencapai 1,1 juta kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI), di mana angka ini merupakan level tertinggi sejak 30 November silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pertimbangkan beberapa skenario, dari enam bulan hingga 12 bulan dan kami bahkan mempertimbangkan untuk memangkas lebih jauh lagi. Tapi dari segala konsiderasi, sembilan bulan merupakan waktu yang optimal," ujarnya.
Jika minyak berada di level US$50 per barel, maka produksi minyak non-konvensional AS akan terus membengkak. Ujung-ujungnya, aksi tersebut malah mempengaruhi suplai minyak global.
Adapun, produksi minyak AS saat ini bertengger di angka 9,3 juta barel per hari atau meningkat 10 persen sejak pertengahan 2016. Penambahan produksi AS bisa mengganti suplai yang hilang akibat pemangkasan produksi OPEC di akhir tahun mendatang.