Perolehan tersebut didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) perseroan yang lebih baik, pengelolaan biaya secara disiplin, pertumbuhan pinjaman korporasi dan pencapaian kinerja Perbankan Syariah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu induk usaha Maybank Indonesia, Maybank Group juga mencatat kenaikan laba bersih selama tiga bulan awal tahun ini.
Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh peningkatan marjin bunga bersih serta penurunan net impairment loss secara substansial.
Kredit bruto naik 10,1 persen secara tahunan, melalui pembiayaan baik dari segmen Community Financial Services (CFS) maupun Global Banking (GB) yang menunjukkan ekspansi yang sehat. Operasional Malaysia memimpin pertumbuhan dengan kenaikan 7,2 persen, diikuti Indonesia dan Singapura masing-masing dengan 7,0 perseh dan 6,4 persen.
Chairman Maybank, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan , kinerja kuartal pertama yang cukup sukses menandakan adanya perbaikan pada iklim operasional regional yang lebih jelas.
"Kami mengharapkan peluang bisnis akan meningkat terutama pada segmen konsumer dan infrastruktur. Jaringan kami yang luas dan posisi keuangan yang kuat akan memberikan kesempatan kepada kami untuk menangkap peluang pertumbuhan dan mendukung perkembangan ekonomi di regional," ujar Mohaiyani, dalam keterangan resmi, Minggu (28/5).
Sementara ITU Group President & CEO Datuk Abdul Farid Alias menargetkan dapat membangun momentum pertumbuhan pada kuartal mendatang dengan cara memperkuat likuiditas dan modal untuk ekspansi bisnis.
"Kami tetap akan terus mengamati dampak yang terjadi pada nasabah kami yang disebabkan perubahan iklim operasional, dan secara aktif mendukung mereka dalam mengelola risiko," pungkas Abdul Farid.