Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) Danang S. Baskoro menuturkan, nantinya ada tiga bandara kelolaannya yang siap siaga 24 jam, yaitu Bandara Adi Soetjipto di Yogyakarta, Bandara Syamsudi Noor di Banjarmasin, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan.
Ketiga bandara ini akan mengikuti jejak tiga bandara lain yang telah beroperasi 24 jam, yaitu Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang ada penerbangan malam, kami siap melayani pembukaan kami dan stand by 24 jam. Karena untuk bandara yang dikelola AP I, rencananya akan ada extra flight di tujuh bandara dengan besaran 549 flight hanya pda saat masa-masa lebaran saja," ujar Danang pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (30/5).
"Makanya, kami akan mengerahkan kekuatan pengamanan untuk seluruh bandara AP I sebanyak 3.669 personil saat masa lebaran nanti. Selain itu, kami juga memastikan bahwa semua fasilitas bandara ini harus siap menangani extra flight yang dimaksud," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) Muhammad Awaluddin mengatakan, tiga bandara utamanya yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusumah, dan Bandara Kuala Namu tetap akan beroperasi 24 jam.
Namun, sembilan bandara kelolaan AP II lainnya dijadwalkan hanya akan beroperasi hingga pukul 24.00 saja.
Pasalnya, bandara-bandara kelolaan AP II perlu melayani 2.643 extra flight selama masa lebaran. Ia memprediksi, puncak arus mudik penumpang di bandara-bandara AP II akan terjadi di H-1 dan H-2. Sementara itu, perusahaan meramal arus balik akan ramai pada saat H+5 dan H+6 Idul Fitri.
"Dari 13 bandara kelolaan kami, tentu yang terbesar yaitu Kualanamu dan Soekarno-Hatta akan beroperasi 24 jam. Sisanya kami bikin stand by hingga pukul 24.00 karena kami juga prediksi akan ada kenaikan pergerakan dari 46.222 pesawat di tahun lalu ke angka 48.100 pesawat di tahun ini," ujarnya.
"Untuk mengakomodasi penumpang itu tentu butuh fasilitas yang memadai. Selain itu, kami juga perlu memastikan bahwa terminal-terminal sudah siap menampung arus tersebut," pungkas Awaluddin.
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan meramal bahwa penumpang pesawat pada masa arus mudik nanti mencapai 5,5 juta penumpang atau meningkat 9,75 persen dibanding posisi tahun lalu 4,9 juta penumpang.
Adapun, lonjakan penumpang tersebut akan terjadi pada tanggal 15 Juni sampai 10 Juli 2017 mendatang.