Data inflasi secara resmi akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini, Jumat (2/7).
Ekonomi Riset Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy menjelaskan, penyebab utama inflasi diperkirakan berasal dari kenaikan tarif listrik tahap terakhir dan juga kenaikan harga non makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan proyeksi Mandiri Sekuritas, hingga 26 Mei 2017, harga makanan hanya berkontribusi 0,03 ppt setelah periode musim panen dan sebelum bulan puasa. Penurunan harga dialami oleh bawang merah dan cabang masing-masing 0,03 ppt dan 0,01 ppt. Sementara itu, sebagian besar makanan lainnya tidak mengalami perubahan harga.
"Terakhir, survei dari rekan tim riset kami menunjukkan hanya ada kenaikan harga secara marginal (terbatas kecil), karena itu dampaknya sangat kecil terhadap inflasi," jelasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan inflasi Mei akan berada pada kisaran 0,3 persen hingga 0,7 persen. Inflasi Mei, menurut BI, terutama akan disumbangkan oleh kenaikan daging ayam, telur ayam, dan beberapa komoditas holtikultura.