Cegah Uang Palsu, BI Imbau Masyarakat Teliti Tukar Uang

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 02/06/2017 17:05 WIB
Cegah Uang Palsu, BI Imbau Masyarakat Teliti Tukar Uang BI mengimbau masyarakat menukar uang tunai di tempat penukaran resmi, seperti kantor perwakilan Bank Indonesia, kantor cabang bank. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat melakukan penukaran uang tunai di tempat penukaran resmi, seperti kantor perwakilan Bank Indonesia, kantor cabang bank maupun pihak lain yang ditunjuk. Hal ini ditujukan untuk menjamin keaslian uang yang diterima masyarakat.

"Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, diterawang," tutur Deputi Gubernur BI Sugeng di Gedung Thamrin BI, Jumat (2/6).

BI juga menyediakan layanan melalui kantor kas keliling di pusat keramaian, seperti pasar, dan area publik yang ditentukan di antaranya area Monas di Jakarta, Tugu Juang di Bandar Lampung (Lampung), Lapangan Puputan di Bali, Lapangan Banteng di Medan (Sumatera Utara), dan Alun-alun Bandung (Jawa Barat).


"Penukaran uang tidak dipungut biaya atau gratis," kata Sugeng.

Distribusi uang dilakukan melalui 43 kantor perwakilan BI dan 77 kantor kas titipan di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil dan perbatasan.

Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang BI Suhaedi menerangkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penukar hanya bisa menukarkan uang sebanyak satu kali. Untuk menjamin hal itu, setiap penukar diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Adapun, batas maksimal penukaran uang sebesar Rp3,7 juta yang terdiri dari 100 lembar pecahan Rp20 ribu, 100 lembar pecahan Rp10 ribu, 100 lembar pecahan Rp5 ribu, dan 100 lembar pecahan Rp2 ribu.

"Masyarakat boleh menukarkan di bawah Rp3,7 juta," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BI mempersiapkan uang kartal senilai Rp167 triliun guna menghadapi kenaikan permintaan uang tunai selama periode ramadan dan lebaran tahun ini. Jumlah itu tumbuh sekitar 14 persen dari periode yang sama tahun lalu.