Masyarakat Pilih Rem Belanja di Awal Ramadan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 07/06/2017 18:05 WIB
Masyarakat Pilih Rem Belanja di Awal Ramadan Ramadan yang berdekatan dengan tahun ajaran baru anak sekolah membuat sebagian masyarakat memilih mengerem aktivitas belanja di bulan Ramadan demi mempersiapkan kebutuhan dana sekolah anak-anaknya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga pangan yang stabil pada awal Ramadan tahun ini disebut antara lain disebabkan oleh menurunnya animo belanja masyarakat yang terlihat dari lebih sepinya kondisi sejumlah pasar tradisional dibanding awal Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah masyarakat pun mengaku sengaja mengerem belanjanya di awal Ramadan tahun ini. 

Ade, seorang pengemudi ojek daring (online) mengatakan, saat ini dirinya memang tengah mengerem belanja makanan jelang hari raya karena dua buah hatinya akan memasuki tahun ajaran baru di Sekolah Dasar (SD) bulan Juli mendatang.

Selain itu, dengan kondisi pekerjaannya yang tak memiliki penghasilan tetap, ia merasa perlu untuk berhati-hati membelanjakan uangnya. "Belanja makanan sih tetap belanja. Lebaran akan tetap masak, cuma ya seadanya saja. Kan nanti uangnya akan disisihkan untuk anak sekolah," jelasnya.


Lisna, seorang ibu rumah tangga mengaku nafsu belanja pada ramadan tahun ini berkurang dibandingkan ramadan tahun lalu meskipun harga-harga relatif stabil.

"Di tempat saya biasa membeli bahan-bahan kue saja saya belanja gampang tak perlu antri, biasanya sudah antri," ujar Lisna.

Senada dengan Lisna, Yuniarti menyatakan belanja ramadan tahun ini tak jauh berbeda dengan hari biasa. Pasalnya, keinginan untuk belanja tak diiringi dengan peningkatan penghasilan.

"Semoga sampai lebaran nanti harga-harga tidak banyak yang naik," harap Yuni.

Adapun, kondisi berbeda ditunjukkan oleh Ghea. Wanita yang berprofesi sebagai pegawai swasta ini menuturkan, pola konsumsinya di bulan Ramadan tentu akan meningkat dibanding hari-hari sebelumnya. Namun, ia mengaku tidak merasakan adanya pelemahan daya beli, seperti yang dikeluhkan pedagang pasar. Pasalnya, ia mengalami kenaikan pendapatan yang tetap setiap tahunnya.

"Konsumsi bulan Ramadan sih tetap saja seperti tahun sebelumnya. Harga-harga bahan pangan yang ada saat ini pun tidak menjadi masalah buat saya," jelas Ghea.

Sebagai pegawai swasta, ia mengakui mendapat banyak manfaat dari segi kompensasi. Kenaikan gaji yang tetap, pemberian THR jelang hari raya, bonus tahunan, hingga tunjangan lain dirasakan olehnya. Bahkan, ia berkisah kalau kantor temannya ada yang mendapatkan daging beku gratis jelang hari raya idul fitri.

Kendati diterpa berbagai fasilitas, ia mengaku tengah mengerem belanja karena harus bayar cicilan kendaraan bermotor tiap bulannya. "Tapi untuk merayakan lebaran sudah disisihkan uangnya. Tentu saja itu menunggu THR terlebih dulu," pungkasnya