Dikutip dari Reuters, Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan penurunan persediaan 7,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih tinggi dibanding perkiraan yaitu 2,6 juta barel.
Lihat juga:Stok AS Melorot, Harga Minyak Melonjak |
Tak hanya itu, Arab Saudi juga berencana untuk membatasi ekspor di angka 6,6 juta barel mulai bulan Agustus. Adapun, angka itu 1 juta barel lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Kuwait dan juga Uni Emirat Arab, yang sama-sama anggota OPEC, juga berjanji mau menurunkan ekspor.
Akibatnya, harga minyak Brent meningkat US$0,52 ke angka US$51,49 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat US$0,29 ke angka US$49,04 per barel. Ini merupakan posisi tertinggi bagi kedua harga patokan sejak 30 Mei silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT