Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava menjelaskan, serapan tersebut secara otomatis mengurangi utang perusahaan menjadi US$1,6 miliar dari semula yang mencapai US$4,2 miliar.
"Utang perusahaan sekarang US$1,6 miliar atau berkurang 61 persen. Nantinya penurunan utang ini akan tercermin di laporan keuangan kuartal III 2017," kata Dileep, dikutip Jumat (28/7).
Seperti diketahui, perusahaan menerbitkan rights issue dan OWK sebesar Rp35 triliun atau sekitar US$2,6 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan untuk merestrukturisasi utang yang dimiliki perusahaan dari beberapa kreditur, seperti China Investment Corporation (CIC), UBS, Axis Bank, dan Castleford.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, penerbitan ini sempat mundur dari target karena belum terbitnya izin efektif dari OJK. Awalnya perusahaan menargetkan mengantongi izin efektif pada 26 Mei 2017, tetapi hal itu terbentur kelengkapan data.
Dileep menuturkan, manajemen optimistis kinerja keuangan perusahaan pada semester I 2017 akan membaik dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Laporan keuangan semester I 2017 akan dipublikasikan 31 Juli dan diekspektasikan lebih baik," pungkas Dileep.