Sadar Ditunggangi, Akhirnya Karyawan JICT Setop Aksi Mogok

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 18:00 WIB
Sadar Ditunggangi, Akhirnya Karyawan JICT Setop Aksi Mogok SP JICT melansir ada oknum-oknum di eksternal maupun internal yang mengkhendaki mogok terjadi berlarut-larut sehingga berdampak pada ekonomi nasional. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Serikat Pekerja (SP) PT JICT menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk menyetop aksi mogok kerja yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Aksi mogok resmi terhenti sejak hari ini, Senin (7/8), pukul 16 WIB.

Nova Sofyan Hakim, Ketua Serikat Pekerja JICT mensinyalir, ada oknum-oknum di eksternal maupun internal yang mengkhendaki mogok terjadi berlarut-larut sehingga berdampak pada ekonomi nasional. Hal itu diketahuinya setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Ia mengatakan, mogok lima hari berturut-turut SP JICT yang dibalas dengan intimidasi demi intimidasi, serta rugi triliunan yang diderita pengguna jasa telah menunjukkan memang ada sesuatu yang salah dengan perpanjangan kontrak JICT.


"Terhadap intimidasi kepada anggota SP JICT, kami berkoordinasi dan akan melapor ke pihak pemerintah. Namun, demi kepentingan dan cita-cita, serta berpijak pada kepentingan nasional yang lebih besar, saya menyatakan setop mogok terhitung saat ini juga," tegas dia melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (7/8).

Pun demikian, Nova menegaskan, aksi SP JICT akan selalu tertuju untuk merealisasikan cita-cita pekerja, yakni nasionalisasi JICT.

"Saya instruksikan kepada semua anggota untuk kembali bekerja. Berikan pengabdian terbaik dengan tetap menggalang perjuangan dan gerakan bersama berbagai elemen bangsa untuk menyelamatkan aset nasional," imbuh dia.

Sekadar informasi, sebelumnya SP JICT melakukan aksi mogok. Mereka mengklaim, aksi mogok dilakukan sebagai reaksi atas wanprestasi kesepakatan direksi terhadap hak pekerja akibat uang sewa ilegal perpanjangan kontrak.

Padahal, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai, ancaman SP JICT yang antara lain menolak perpanjangan kontrak kerja sama justru bakal membuat mereka kehilangan pekerjaan.

Pasalnya, tanpa perpanjangan kontrak kerja sama, pengelolaan terminal petikemas JICT dipastikan akan kembali ke PT Pelindo II (Persero) pada 2019 mendatang. Pelindo II pun berpotensi mencari mitra lain untuk mengelola terminal tersebut.