Pemerintah Proses Lelang Dua Proyek Pipa Gas

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 09/08/2017 17:05 WIB
Pemerintah Proses Lelang Dua Proyek Pipa Gas Kedua proyek itu adalah pipa gas dari pabrik PT Pupuk Sriwijaya-Tanjung Api-Api-Muntok dan Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gresik-Manyar di Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Moch Asim).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan membuka lelang dua proyek pipa gas pada semester II tahun ini. Kedua proyek itu adalah pipa gas dari pabrik PT Pupuk Sriwijaya-Tanjung Api-Api-Muntok dan Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gresik-Manyar di Jawa Timur.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengungkapkan, proses lelang sudah bisa dilakukan karena sudah ada badan usaha yang berminat melakukan proyek tersebut. Adapun, ruas pipa transmisi Pusri-Tanjung Api-Api-Muntok rencananya diajukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Selatan dengan rencana panjang 250 kilometer (km).

Sementara itu, WJD Gresik-Manyar akan digarap oleh badan usaha swasta setempat. Sayang, ia tak ingat angka pastinya karena proyeknya berbentuk pipa distribusi yang berpencar ke segala arah.


"Kami buka lelang sesuai dokumen mereka, sesuai studi kelayakan yang diajukan. Kalau memang kami lihat sudah layak lelang, ya kami lelang," ujarnya ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (9/8).

Menurut Fanshurullah, saat ini, proses lelang ruas-ruas pipa gas terbilang mudah dibanding periode sebelumnya. Dulu, pelaksanaan lelang ruas pipa gas bisa dilakukan setelah proyeknya dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dua tahun sebelumnya. Namun, kini swasta bisa langsung mengajukan lelang secara mandiri sesuai Peraturan BPH Migas Nomor 15 Tahun 2016.

"Jadi kalau ada badan usaha yang mau mengajukan ke BPH Migas, nanti dokumen studi kelayakan dan Front End Engineering Design (FEED) bisa jadi dokumen lelang bagi kami. Jadi prosesnya tak repot lagi," terang dia.

Ia berharap, lelang dua proyek ini bisa diikuti oleh ruas-ruas lainnya. Adapun, rencana pembangunan infrastrutur gas nasional tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 2700 Tahun 2012. Sayangnya, selang lima tahun ketentuan berjalan, proyek-proyek yang terealisasi tak sesuai harapan.

Ia berharap, ada badan usaha yang mau mengerjakan ruas pipa Kepulauan Natuna-Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah yang berjarak 1.500 km. Pasalnya, jika ibukota Indonesia jadi dipindah ke pulau Kalimantan, maka ibukota baru tidak perlu cemas kekurangan gas.

"Jadi, kalau ibukota di sana, penyediaan gas itu sudah masuk rencana induk tadi," jelasnya.

Sembari memroses lelang dua proyek pipa tersebut, pemerintah juga menanti realisasi dua proyek pipa gas yang sedianya dimulai tahun ini, yakni pipa gas Duri-Dumai dan lapangan Grissik-Pusri.

Rencananya, pipa gas Duri-Dumai memiliki panjang 67 km yang rencananya dikerjakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas).
Sementara itu, ruas pipa Grissik-Pusri akan dikerjakan oleh Pertagas dengan panjang 176 km. Kedua pipa tersebut diharapkan bisa beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

"Jadi, dua itu yang sedianya masih dalam konstruksi di semester II ini," pungkasnya.

Menurut data Kementerian ESDM, saat ini, panjang ruas pipa hulu dan hilir migas tercatat di angka 10.425 km per semester I 2017. Angka ini hanya bertambah 2,33 persen dibandingkan capaian hingga akhir 2016 sepanjang 10.187 km.