Selain permintaan pasarnya yang mulai bangkit, pelaku usaha multifinance juga kembali berselera untuk mengepakkan sayap bisnisnya. Salah satunya PT Home Credit Indonesia. Multifinance asal Republik Ceko ini berencana menambah wilayah cakupannya di 10 kota baru pada tahun depan. Antara lain, Pangkal Pinang, Bengkulu, Ambon, Kupang, Kendari.
Direktur Utama Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler menjelaskan, 10 kota tersebut diharapkan dapat memperkuat penyaluran pembiayaan yang sebelumnya cukup melesat sepanjang semester I 2017. Pada periode tersebut, penyaluran kreditnya tercatat Rp2,2 triliun atau meroket 213,39 persen dari tahun sebelumnya Rp702 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, perusahaan mengincar segmen yang umum di 10 kota tersebut, yakni pembiayaan konsumsi yang menitikberatkan pada barang-barang teknologi. Hal ini sesuai dengan proporsi penyaluran pembiayaan pada semester I 2017, di mana sebesar 76 persen di antaranya mengalir untuk pembiayaan ponsel pintar dan 14 persen ke pembiayaan alat elektronik.
Dengan bertambahnya 10 kota di tahun depan, maka wilayah cakupan Home Credit diharapkan bisa menjadi 66 kota di tahun depan. Adapun, per semester I 2017 lalu, Home Credit sudah beroperasi di 48 kota dan akan bertambah delapan kota lagi di semester II, yaitu Samarinda, Lampung, Padang, Mataram, Jambi, Cirebon, Palu.
"Saat ini, kami telah beroperasi di 48 kota, baik itu tier 1, 2, maupun tier 3 dengan cakupan populasi di wilayah perkotaan mencapai 73 persen. Dengan bertambahnya wilayah tersebut, kami berharap bisa menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing) di bawah 1 persen sesuai keinginan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga semester I 2017, NPF kami masih di angka 0,36 persen," paparnya.
Setali tiga uang, PT Mandiri Tunas Finance juga melakukan hal yang sama. Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo mengaku, perusahaan juga tengah berekspansi ke lima kota tambahan demi meningkatkan penyaluran kredit multiguna. Terlebih, segmen multiguna sendiri baru diluncurkan MTF pada awal Januari lalu.
"Baru-baru ini memang kami telah melakukan ekspansi kredit multiguna ke lima kota, yakni Ketapang, Banyuwangi, Ambon, Jayapura, dan Sorong," terang dia, kepada CNNIndonesia.com di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Kamis (10/8).
Dengan cara ini, ia berharap, perusahaan bisa mencapai target pembiayaan multiguna sebesar Rp500 miliar hingga akhir tahun nanti. Hingga Juli 2017, penyaluran pembiayaan multiguna perusahaan mencapai Rp150 miliar atau 1,29 persen dari total pembiayaan sebesar Rp11,6 triliun.
"Untuk multiguna, kami menerapkan strategi. Caranya, dengan menawarkan nasabah kami yang jangka waktu kreditnya, misalkan tinggal enam bulan lagi untuk ikutan program kredit multiguna. Kami tentu manfaatkan data nasabah yang kami miliki," pungkasnya.