Saat ini, pasokan beras nasional telah mencapai 1,7 juta ton. Angka ini dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara nasional. Namun demikian, ia menuturkan, kepala negara berpesan agar bantuan sosial berupa penyaluran beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) tetap berjalan lancar.
"Presiden bilang, rastra tetap dijalankan kalau pergerakan harga meningkat. Kalau perlu ditambah satu bulan. Dulu, juga pernah ditambah samapai 13 bulan dalam satu tahun kan," ujarnya, Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dilakukan untuk menekan laju inflasi yang tinggi dan menyelamatkan daya beli masyarakat akibat harga beras yang melejit.
"Dari bulan ini ada panen juga, dan Oktober nanti ada panen yang cukup besar, sehingga itu masih sangat cukup," terang dia.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, per hari ini, rata-rata beras yang masuk ke gudang penyimpanan Bulog mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton per bulan.
"Artinya, kalau itu masih bisa dipertahankan maka aman," imbuhnya.
Djarot pun memastikan penyaluran rastra di sisa paruh tahun ini tidak akan terlambat. "Kami juga terus melakukan operasi kecil. Gerakan stabilisasi pangan, supaya harga tidak bergejolak," pungkasnya.