Dilansir dari Reuters, sebuah keputusan akhir untuk salah satu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) terbesar di dunia akan diambil oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman yang mengawasi kebijakan ekonomi dan energi kerajaan.
Pihak Aramco disebut menunjukkan ketidaksepakatan internal antara apa yang direkomendasikan beberapa penasihat dan apa yang diinginkan oleh putra mahkota.
Pangeran Mohammad dapat memilih untuk mendaftarkan Aramco di New York Stock Exchange (NYSE) untuk "pertimbangan politik", mengingat hubungan yang telah berlangsung lama antara Arab Saudi dan AS. Namun, mereka menambahkan bahwa faktor finansial dan komersial juga akan berperan dalam pilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua opsi terus dipertimbangkan, tidak ada persyaratan jadwal untuk keputusan definitif segera," kata Aramco.
Beberapa penasihat merekomendasikan London untuk daftar utama di luar Arab Saudi, karena kekhawatiran bahwa aksi korporasi di AS akan memerlukan pengungkapan informasi sensitif yang lebih besar mengenai Aramco.
Lihat juga:Saudi Aramco Ambil Alih Kilang Terbesar AS |
Salah satu sumber industri senior menyatakan, bagaimanapun New York kemungkinan akan menjadi pilihan favorit bagi pemerintah Saudi dan Pangeran Mohammad.
"Itu benar secara luas. Semua menunggu keputusan pemegang saham terakhir," kata sumber Reuters.
Sumber juga mengatakan, selain New York dan London, Hong Kong juga merupakan pesaing. Aksi korporasi ini diperkirakan meningkatkan puluhan miliar dolar AS yang akan diinvestasikan untuk membantu mengembangkan industri Saudi lainnya.