Dikutip dari Reuters, US National Hurricane Center mengatakan bahwa badai Harvey akan semakin kuat pada hari Jumat atau awal Sabtu pekan ini di pesisir Texas. Bahkan, lembaga itu juga memperingatkan banjir bandang gara-gara badai itu.
Badai Harvey yang diprediksi menyerang AS merupakan badai kategori 3 dengan kecepatan angin 129 mil per jam. Adapun, badai Wilma yang menyerang Florida tahun 2005 merupakan badai kategori 3 terakhir yang menyerang negara Paman Sam ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, harga minyak AS turun US$0,98 per barel ke angka US$47,43 per barel. Sementara harga Brent tercatat melemah US$0,53 per barel ke angka US$52,04 per barel.
Royal Dutch Shell, Anadarko Petroleum dan Exxon Mobil telah mengambil langkah untuk mengurangi produksinya dari kawasan teluk. Di sisi onshore, Statoil sudah mengevakuasi stafnya dari kawasan minyak non-konvensional Eagle Ford dan menutup beberapa sumurnya kalau banjir benar-benar akan terjadi.
Tak hanya itu, ConocoPhillips juga menunda pengeboran di Eagle Ford jelang hadirnya badai.
Selain itu, harga bensin berjangka malah membaik 2,8 persen seiring kekhawatiran bahwa produksi hasil kilang AS akan ikut menurun.
Bahkan, sudah ada beberapa kilang yang menutup sementara operasinya. Dua kilang di Corpus Christi milik Flint Hills Resources sebanyak 296.470 barel per hari and Citgo Petroleum sebesar 157.000 barel per hari terpaksa ditutup sementara gara-gara badai ini. (agi)