Dikutip dari Antara, pelemahan dolar AS membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang produsen utama minyak, turun 0,4 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan.
Namun, harga minyak berada di bawah tekanan selama seminggu penuh karena investor khawatir bahwa kelebihan pasokan global akan bertahan. Pasalnya, kepatuhan produsen-produsen minyak utama untuk mengurangi produksinya tidak membaik.
Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah 0,23 dolar AS menjadi menetap di 48,82 dolar AS per barel. Sedangkan harga Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 0,20 dolar AS menjadi ditutup pada 52,10 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT