Dikutip dari Reuters, dolar AS meningkat seiring pelaku pasar yang tidak kembali mencemaskan adanya tensi antara AS dan Korea Utara. Sebab, sepanjang akhir pekan lalu, tidak muncul pernyataan-pernyataan yang membuat ketegangan antara kedua pemimpin negara, sehingga investor kembali memegang mata uang dolar AS. Data inflasi yang tak sesuai prediksi membuat nilai tukar juga ikut bergerak.
Sementara itu, permintaan kilang China juga ikut menekan harga minyak. Ini memperburuk kekhawatiran bahwa kelebihan suplai hasil industri kilang bisa memperlemah permintaan China akan minyak mentah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT