Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi menjelaskan, hingga kuartal II 2017, penyaluran kredit perseroan ke segmen konsumer mencapai Rp91,3 triliun atau tumbuh 20,03 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan itu sudah sejalan dengan target perseroan. Namun, Tardi menilai, sebetulnya, kredit ke sektor konsumer bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Untuk mendukung keinginan tersebut, perseroan akan meningkatkan kredit ke sektor properti, kepemilikan kendaraan (auto loan), dan kartu kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seiring dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kami tentu ingin menjadikan segmen konsumer ini sebagai sumber pertumbuhan perseroan. Untuk tahun ini, kami berharap, bisa mengakselerasi pertumbuhan kredit konsumer hingga di atas 20 persen hingga akhir tahun nanti," katanya dalam Media Training di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (25/8).
"Khusus di KPR, kami juga menawarkan program suku bunga 6 persen fix 1 tahun dan 6,5 persen fix 2 tahun di developer tertentu," imbuhnya.
"Sementara, kalau untuk kartu kredit, kami ingin mendorong adanya perubahan mindset nasabah dari kartu kredit sebagai alat utang menjadi alat intermediasi yang bisa memudahkan nasabah dalam bertransaksi," katanya.
Tardi menambahkan, pihaknya juga gencar mendorong peningkatan pemanfaatan kartu kredit melalui keterlibatan pada program promo wisata, seperti program travel fair yang diselenggarakan oleh agen perjalanan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun merchant online.