BPH Migas Kaji Batalkan Proyek Pipa Bakrie

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 15/09/2017 18:44 WIB
BPH Migas Kaji Batalkan Proyek Pipa Bakrie Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengaku tengah mempertimbangkan untuk membatalkan rencana pembangunan pipa Kalimantan-Jawa II yang merupakan proyek PT Bakrie and Brothers Tbk. Padahal, rencana pembangunan pipa itu telah mangkrak 11 tahun lamanya.

Anggoa Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan, suplai gas yang berasal dari pulau Jawa dianggapnya masih mumpuni. Sebab, setelah rencana pipa Kalija diinisiasi, ternyata ada pasokan dari lapangan BD Madura yang dioperatori Husky Energy, blok Kangean oleh PT Kangean Energy Indonesia, dan juga rencana pasokan dari lapangan Jambaran-Tiung Biru yang dikelola PT Pertamina EP Cepu.

Sementara itu, pipa Kalija II rencananya akan mengirimkan gas dari Bontang ke pulau Jawa. Jika pasokan pulau Jawa sudah cukup, ia sangsi proyek ini bisa diteruskan kembali.


"Saingannya justru dari sumber gas yang ada di pulau Jawa. Menurut saya, peluang dilanjutkan pun tipis," ujar Jugi ditemui di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jumat (15/9).

Tak hanya soal suplai, pengembangan pipa Kalija II juga bisa terhambat soal permintaannya. Menurut Jugi, Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan PT PLN (Persero) mengaku bahwa suplai gas yang ada sudah mencukupi. Sehingga, ketiganya tak membutuhkan tambahan pasokan baru dari Kalimantan untuk pulau Jawa.

Adapun menurutnya, PGN mengklaim kebutuhan has bagi pulau Jawa sebesar 114 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), Pertamina Gas Niaga sebesar 120 MMSCFD, dan PLN sekira 200 MMSCFD.

"Tapi itu masih hitungan kasar dan belum akurat ya, mungkin mereka merasa kebutuhan ini bisa terpenuhi dari kebutuhan gas di pulau Jawa. Kecuali ada demand yang sangat besar, maka tentu saja mereka membutuhkan suntikan gas yang besar dari Bontang, paparnya.

Meski kelanjutan proyek masih abu-abu, BPH Migas masih melihat peluang bahwa proyek ini bisa diteruskan. Untuk itu, instansinya akan memanggil Bakrie and Brothers pada tanggal 2 Oktober mendatang agar pemerintah bisa menentukan sikap terkait Kalija II.

Jika memang proyek pipa ini bisa diteruskan, maka BPH Migas akan meminta komitmen Bakrie untuk melanjutkan proyek ini. Namun jika tidak, pemerintah bisa melelang lagi ruas pipa tersebut.

"Tapi meski mau dilelang ke pihak lain pun, kalau sumber gasnya tidak ada, orang malas juga karena pepesan kosong. Makanya, kamu panggil Bakrie dulu untuk menjelaskan. Bisa juga lelang ulang yang penting ada sumber pasokan dan ada konsumennya," imbuh Jugi.

Rencana pembangunan pipa Kalija sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2016. Rencananya, Kalija II akan memiliki panjang 1.155 kilometer (km) dan merupakan kelanjutan dari jaringan pipa Kalija I.

Menurut data BPH Migas, saat ini Indonesia memiliki ruas pipa sepanjang 9.215,75 km. Dari angka tersebut, panjang pipa open access tercatat 4.831,04 km atau 52,46 persen dari total panjang pipa gas nasional dan sisanya merupakan pipa yang mengangkut gas milik sendiri (dedicated hilir).