OJK Beri Sinyal Talk Fusion 'Bodong'

Safyra Primadhyta , CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 10:20 WIB
OJK Beri Sinyal Talk Fusion 'Bodong' Nasabah yang merasa dirugikan diundang datang OJK untuk dilakukan mediasi dan diproses sesuai prosedur. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal bahwa Talk Fusion tak terdaftar dalam deretan lembaga keuangan yang diawasinya. Bahkan, OJK melalui Satgas Waspada Investasi menyetop operasional Talk Fusion pada Februari 2017.

Namun, CEO Talk Fusion Bob Reina sempat menyebutkan, perseroannya telah berbadan hukum, terdaftar dan disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui Izin Prinsip Nomor 1399/1/IP/PMA/2017 yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tertanggal 7 April 2017.

“Kalau ada, tentunya akan segera kami lihat. Nasabah kalau merasa dirugikan silahkan datang untuk kami mediasi melalui Tim Satgas Waspada Investasi, akan kami proses sesuai prosedur,” ujar Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/9) malam.

Itu pun, sambung dia, harus terlebih dahulu melihat produk seperti apa yang ditawarkan oleh perusahaan terkait. Kalau lembaga jasa keuangan, tentunya harus mengantongi izin dari otoritas lembaga terkait.

“Kalau koperasi ya ke Kementerian Koperasi dan UKM. Kalau lembaga keuangan, produknya apakah sistem pembayaran, lending, peer to peer lending atau crowd funding. Ini yang mana,” tanya dia.

Sebelumnya beredar kabar sedikitnya 300 orang di Bandung, Jawa Barat menjadi korban tipu-tipu Talk Fusion, perusahaan multi level marketing informasi dan teknologi. Perusahaan ini diduga menjalankan investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar secara instan.

Perusahaan ini masuk pertama kali tahun 2012 silam melalui Mario Halim dan Marselinus Halim. Perusahan yang bergerak dalam penjualan aplikasi berbasis video tersebut kini bermarkas di Surabaya.


BACA JUGA