Angka itu juga setara dengan dengan 98,83 persen dari target dana kelolaan tahun ini, Rp297 triliun.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Santoso mengungkapkan, pertumbuhan dana kelolaan tahun ini cukup pesat seiring dengan upaya perseroan menjaring lebih banyak jumlah tenaga kerja yang ikut program jaminan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan, saat ini, peserta program perseroan telah mencapai 24,1 juta orang atawa sekitar 95,6 persen dari target 25,2 juta peserta di akhir tahun.
Kemudian, penempatan di saham sekitar 19-20 persen, deposito sekitar 13 persen, reksa dana sekitar 10 persen, investasi langsung dan properti di kisaran 1-2 persen.
Amran menuturkan, perseroan ingin meningkatkan porsi penempatan ke investasi langsung. Sayangnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015, salah satu kriteria investasi langsung yang diperkenankan adalah pada badan usaha yang bergerak di bidang yang yang mendukung pelaksanaan tugas perseroan.
"Saat ini, investasi langsung yang kelola adalah investasi yang sudah dilakukan sebelum PP 55/2015 berlaku, yaitu pada waktu masih Jamsostek," imbuh dia.
Karenanya, Amran berharap, pemerintah segera menerbitkan aturan revisi dari PP55/2015. Dengan demikian, perseroan bisa lebih leluasa dalam menempatkan investasi langsung. (bir)