Asosiasi independen Talk Fusion—agen yang mempromosikan Talk Fusion, pun langsung mengadakan perkumpulan untuk membahas perkara itu. Mereka pun memanggil leader ataupun VTrust, selaku manajemen yang membawa dan mengelola Talk Fusion di Indonesia.
Salah satu agen Talk Fusion asal Bandung, Diana Dewi menyatakan, Nico Darmawan sosok yang membawa Talk Fusion ke Bandung mengelak izin Talk Fusion bermasalah. Namun, sebagai seseorang yang memiliki latar belakang di bidang hukum, Diana merasa ada kesalahan dari Talk Fusion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tentu dengan tujuan meredam kekhawatiran sebagian besar associate yang telah menanamkan dananya di Talk Fusion.
Lihat juga:OJK Beri Sinyal Talk Fusion 'Bodong' |
Sikap Negatif dan Reaksi
Dalam kesempatan yang sama, associate lainnya berinisial NF menjelaskan, Nico Darmawan juga sempat menghadiri undangan yang dilakukan oleh sebagian besar associate di Bandung yang meminta penjelasan.
Setelah itu, ada beberapa agen yang berpikiran positif karena masih berharap izin usaha Talk Fusion benar akan dikeluarkan. Sayangnya, semakin lama associate tak juga mendapatkan kejelasan terkait hal tersebut.
Tim agen Bandung yang merasa dirugikan mulai bergerak mengadukan permasalahan ini ke OJK regional Jawa Barat melalui surat dan bertemu langsung pada Mei lalu.
Selanjutnya, mereka juga melaporkannya ke Polrestabes kota Bandung melalui surat pengaduan.
Selang sebulan, agen di Bandung datang ke Jakarta untuk mengadukan kegiatan usaha Talk Fusion masih beroperasi.
Tak main-main, korban Talk Fusion di Bandung juga mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo pada 19 September 2017. Mereka meminta Jokowi untuk ikut mengawal atau membantu korban Talk Fusion untuk menuntaskan kasus ini.
"Ini kalau berlanjut kasihan, jangan sampai ada korban lagi. Surat ini juga ditembus ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)," jelas Indarti.