Zurich Hadirkan Empat Platform Digital

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 05/10/2017 03:56 WIB
Zurich Hadirkan Empat Platform Digital Aplikasi terbaru adalah Zurich Insurance Platform (ZIP), aplikasi khusus untuk mempermudah agen perusahaan dalam menawarkan produk asuransi kendaraan bermotor. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Zurich Insurance Indonesia menghadirkan empat platform digital sebagai upaya transformasi yang diklaim berfungsi mempermudah akses layanan asuransi.

Presiden Direktur PT Zurich Insurance Indonesia Tutur Philippe Danielski menyampaikan, era digital tidak hanya mengubah strategi perusahaan asuransi, tetapi juga pada ekspektasi nasabah terhadap akses layanan.

Terbukti, calon nasabah lebih suka mencari informasi mandiri sebelum membeli produk. Maka, Zurich mengaku penting untuk mampu memfasilitasi kebutuhan informasi tersebut.



"Mengikuti tren digital Zurich Indonesia berfokus mengembangkan empat platform digital," ujarnya seperti dikutip dari keterangan pers, Rabu(4/10).

Pertama, Zurich Insurance Platform (ZIP) yaitu, aplikasi khusus untuk mempermudah agen perusahaan dalam menawarkan produk asuransi kendaraan bermotor.

Kedua, Zurich Click (Z-Click), platform untuk melakukan pembelian asuransi perjalanan secara daring (online). Ketiga, eClaim portal online Zurich yang memungkinkan nasabah mengajukan klaim asuransi dalam satu klik.


Keempat, Z-Alert yaitu, aplikasi tanggap bencana yang memberikan peringatan dini tentang potensi risiko dan bencana yang ada di sekitar.

Melalui platform digital, nasabah dapat mengakses layanan pembelian produk asuransi, pengajuan klaim, hingga informasi mengenai potensi risiko yang ada di sekitar.

Chief Operating Officer PT Zurich Insurance Indonesia Dian Wibowo menuturkan, kanal digital belum dimanfaatkan secara maksimal di industri asuransi. Padahal, ini bisa menjadi strategi pelayanan yang inovatif.

Menurut Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) saat ini terdapat 132,7 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 51,8 persen dari total penduduk Indonesia. Indonesia bahkan diprediksi menjadi pelaku e-commerce terbesar ke-3 di Asia Pasifik pada 2020.