Di bawah pimpinannya, OJK diarahkan menjadi lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang independen, kredibel dalam mewujudkan sektor keuangan yang tangguh dan tumbuh berkelanjutan, serta melindungi konsumen.
OJK mencatat beberapa tantangan yang dihadapi dan harus diatasi. Di antaranya, terbatasnya sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, size dan daya saing sektor jasa keuangan Indonesia dibandingkan dengan kawasan regional dan internasional masih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi keuangan. Ketiga, mengimplementasikan standar internasional prudensial.
Keenam, revitalisasi pasar modal dalam mendukung pembiayaan pembangunan jangka panjang. Ketujuh, mengoptimalkan peran fintech melalui pengaturan, perizinan, dan pengawasan yang memadai.
Kedelapan, mengurangi tingkat ketimpangan melalui penyediaan akses keuangan. Kesembilan, meningkatkan efektivitas kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen.
Menurut Wimboh, untuk melaksanakan tugas besar itu dan menjawab berbagai tantangan dan harapan dari masyarakat dan stakeholders, OJK membutuhkan organisasi yang kuat dan solid.
"Oleh karenanya, diperlukan pembenahan berbagai aspek manajemen internal agar keputusan lebih cepat, proses kerja organisasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, infrastruktur kerja dan TI yang dapat mengimbangi tuntutan OJK ke depan," imbuh dia.