Harga minyak mentah Brent naik sekitar 1,74 persen menjadi US$56,59 per barel pada penutupan perdagangan Selasa (10/10). Sementara harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,24 persen menjadi US$50,55 per barel.
Seperti diketahui, negara-negara anggota OPEC dan Non OPEC seperti Rusia, memang telah berkomitmen untuk memangkas produksi minyak sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) sampai Maret 2018. Namun, guna menjaga keseimbangan harga pasar, mereka berencana memperpanjang pembatasan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BPH Migas Bakal Periksa SPBU 'Nakal' |
Komitmen OPEC tersebut pun langsung direspon oleh Arab Saudi dengan memotong alokasi ekspor minyak mentah sekitar 560 ribu bph.
"Harga telah didorong oleh pernyataan Arab Saudi yang berencana untuk mengurangi pengiriman minyak ke pelanggan pada November," ujar Carsten Fritsch, analis Commerzbank di Frankfrut, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/10).
Di sisi lain, analis melihat, penguatan harga minyak mentah juga didukung oleh masih terbatasnya produksi minyak di kawasan AS, seperti kilang di Teluk Meksiko yang belum kembali beroperasi penuh usai diterap Badai Nate.
Data menyebutkan, sekitar 85 persen produksi kilang Teluk Meksiko masih beroperasi penuh. Alhasil, sekitar 1,49 juta bph tak berhasil diproduksi. (agi)