Holding Bank BUMN Dikebut Tahun Ini

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 10:17 WIB
Holding Bank BUMN Dikebut Tahun Ini Sambil menunggu terbentuknya holding Bank BUMN, proses konsolidasi antara bank BUMN dengan BUMN keuangan non bank lainnya tengah didorong pemerintah. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih berharap pembentukan induk usaha (holding) BUMN di sektor perbankan dapat terbentuk tahun ini. Adapun sambil menunggu terbentuk holding, pemerintah akan mendorong proses konsolidasi antara bank BUMN dengan BUMN jasa keuangan lainnya.

Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Gatot Trihargo menuturkan, pihaknya saat ini sudah merampungkan skema pembentukan holding Bank BUMN. Namun, pembentukan holding tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut sebelum dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan ditandantangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Sekarang belum dalam proses perumusan PP, tapi kami tetap harapkan bisa terbentuk tahun ini," ujar Gatot di Jakarta, Rabu Malam (11/10).


Kendati demikian, Gatot mengaku, pemerintah akan mengutamakan terbentuknya holding BUMN di sektor pertambangan dan sektor energi. Keduanya juga ditargetkan dapat rampung tahun ini.

"Holding sektor pertambangan dan energi tinggal menunggu ditandatangani PP-nya. Dua ini yang kami dahulukan rampung," ungkap dia.

Di sisi lain, sambil menunggu pembentukan holding BUMN bank, pihaknya akan mendorong lebih dulu terjadinya konsolidasi bank BUMN dengan BUMN dibidang jasa keuangan lainnya.

BRI Akuisisi Anak Usaha Bahana
Salah satu yang akan dilakukan, menurut dia, yakni pengambilalihan anak usaha PT Bahana Artha Ventura, anak usaha PT Bahana Pembangunan Usaha Indonesia (BPUI) oleh PT Bank Rakyat Indonesia.

"Bahana Artha Ventura akan diambil alih BRI, tapi skemanya bukan inbreng (penyertaan modal dari pemerintah) tapi pembelian saham," jelas dia.

Sementara itu, Direktur BRI Sis Apik mengaku pihaknya siap untuk mengambil alih anak usaha Bahana tersebut. Namun, Sis Apik belum mau menyebut alokasi dana yang disiapkan perseroan guna akuisisi tersebut. (agi/agi)