BNI Optimis Raup Untung Rp15 Triliun Tahun Ini

Yuli Yanna Fauzie , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 06:44 WIB
BNI Optimis Raup Untung Rp15 Triliun Tahun Ini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI optimis mampu membukukan pertumbuhan laba di kisaran 30 persen. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI optimis mampu membukukan pertumbuhan laba di kisaran 30 persen (year on year/yoy) menjadi sekitar Rp14,7 triliun. Tahun lalu, BNI tercatat membukukan laba Rp11,34 triliun atau tumbuh di kisaran 25 persen (yoy).

Direktur Keuangan Rico Rizal Budidarmo menjelaskan, laba perseroan mampu tumbuh 30 persen hingga akhir tahun ini. Dengan catatan, pertumbuhan kredit perseroan bisa terjaga pada kisaran 13 persen hingga 14 persen.

Hingga kuartal ketiga tahun ini, BNI mencatatkan laba bersih mencapai Rp10,16 triliun atau tumbuh 31,6 persen (yoy). Penyaluran kredit BNI tumbuh 13,3 persen (yoy) mencapai Rp421,41 triliun.


Wakil Direktur Utama Herry Sidharta menjelaskan, pendapatan bunga bersih BNI pada kuartal ketiga tercatat naik 7,5 persen (yoy) menjadi Rp23,51 triliun. Pendapatan nonbunga perseroan juga naik 15,1 persen menjadi Rp7,18 triliun dari sebelumnya Rp6,24 triliun.

Di sisi lain, beban operasional BNI mengalami peningkatan sekitar 9,1 persen dari Rp13,52 triliun menjadi Rp14,75 triliun.

Sementara itu, total aset BNI naik 16,9 persen dari Rp571,51 triliun pada kuartal tiga tahun lalu menjadi Rp668,21 triliun. Ini seiring pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 19,6 persen dari sebelumnya Rp401,88 triliun menjadi Rp480,53 triliun.

Dari total DPK tersebut, sekitar 60,4 persennya merupakan komponen dana murah atau tabungan dan giro (Current Account Saving Account/CASA). Porsi dana murah tersebut meningkat dibandingkan kuartal III 2016 sekitar 59,7 persen. Kendati demikian, biaya dana (Cost of Fund/CoF) perseroan naik tipis dari 3 persen menjadi 3,1 persen.

"Pertumbuhan DPK tidak terlepas dari upaya BNI untuk meningkatkan kualitas layanan, dengan menyediakan 2.102 outlet dan 17.966 ATM," kata Herry.


Herry menambahkan, kondisi permodalan BNI juga berada dalam kondisi yang mumpuni. Rasio kecukupan modal (Capital Adequancy Ratio/CAR) BNI pada kuartal ketiga ini tercatat dikisaran 19 persen.

"Secara fundamental, penyisihan pencadangan juga tetap terjaga dengan baik, dengan tingkat coverage ratio (rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah) naik dari 143,2 persen menjadi 147,4 persen," tambahnya.