Menperin Sebut Harga Semen Berpeluang Turun Lagi 2018

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 24/10/2017 09:03 WIB
Menperin Sebut Harga Semen Berpeluang Turun Lagi 2018 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto tak menampik adanya potensi penurunan harga semen pada tahun depan. Pasalnya, pasokan akan membanjir seiring jumlah produksi tahun depan berpeluang bertambah lebih dari tiga juta ton.

"Kalau industri dalam negeri yang memegang izin investasi meningkat, maka bisa lebih dari tiga juta ton," kata Airlangga, Senin (23/10).

Masalah kelebihan pasokan (oversupply) bagi produsen semen memang telah terjadi beberapa waktu terakhir. Pada tahun ini saja, Kemenperin memprediksi total produksi semen nasional mencapai 102 juta ton. Padahal, kebutuhan nasional hanya 70 juta ton per tahun.



"Harga semen bisa turun, tapi pasar ekspor juga akan terbuka," sambung Airlangga.

Sayang, ia tak menyebut detil pengurangan harga dari pertambahan pasokan semen nasional tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, harga rata-rata harga sak semen di Pulau Jawa sepanjang semester I 2017 berkisar Rp55 ribu-Rp60 ribu, atau turun dari posisi 2015 lalu yang sebesar Rp70 ribu.

Di sisi lain, Masalah oversupply menjadi keluhan perusahaan semen di Indonesia, salah satunya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Manajemen menargetkan efisiensi hingga Rp2 triliun hingga akhir tahun ini ditengah perlambatan pertumbuhan penjualan perusahaan.

Maka, untuk meraih target kenaikan penjualan sekitar empat persen hingga lima persen, perusahaan juga menaikan target efisiensi dari tahun lalu yang sebesar Rp1,5 triliun.


Selain itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengaku tak bisa menetapkan target produksi dan harga semen akibat persaingan penjualan semen dan oversupply belum juga usai.

Dari sisi kinerja perusahaan, Indocement Tunggal juga tak berani menargetkan kenaikan laba dan pendapatan yang signifikan. Manajemen hanya mematok target lima persen atau persis seperti industri.