Jurus Kantongi SIM Kilat ala Mal Pelayanan Publik

Lavinda, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 17:32 WIB
Jurus Kantongi SIM Kilat ala Mal Pelayanan Publik Jika mal pada umumnya menjadi pusat perbelanjaan, Mal Pelayanan Publik hadir untuk menjadi pusat layanan perizinan bagi masyarakat. (CNN Indonesia/Muhammad Amas).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pranoto dan Indri, pasangan yang bekerja sebagai karyawan swasta, menyempatkan diri 'melancong' ke Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, saat jam makan siang, Jumat (27/10).

Di pintu kaca besar bagian depan gedung, Pranoto dan Indri disapa hangat oleh petugas mal sembari diarahkan ke layar digital yang tersedia untuk mengambil nomor antrian.

Kemudian keduanya beranjak ke lantai 3 gedung mal, menuju lokasi loket yang diinginkan, yakni Polda Metro Jaya. Pranoto ingin memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM), sedangkan Indri meminta surat keterangan laporan kehilangan (SKLK) karena baru saja kehilangan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan kartu asuransi.


Hanya berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan SIM lama menuju loket, Pranoto dilayani petugas untuk mengurus SIM baru. Simsalabim, SIM baru pun di tangan.

Proses berjalan tak lebih dari satu jam, mulai dari proses penyerahan data, verifikasi data, sampai pengambilan foto untuk SIM terbaru. Begitu juga Indri yang mengurus SKLK dalam waktu kurang dari 10 menit.


"Saya tadi cuma bawa SIM dan KTP, lalu langsung diproses. Nggak sampai satu jam sudah tinggal antre foto nih sekarang, dicetak selesai," ujar Pranoto kepada CNNIndonesia.com, Jumat(27/10).

Menurut dia, kondisinya akan berbeda jika harus mengurus perpanjangan SIM di Kantor Samsat. Meski proses yang dilalui serupa, dia harus mengantre sejak pagi dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengantongi SIM baru.

"Di Samsat antreannya lebih penuh, jadi lebih lama. Di sini (MPP), lebih cepat dan sangat bersahabat," katanya.
Jurus Kantongi SIM Kilat ala Mal Pelayanan PublikJika mal pada umumnya menjadi pusat perbelanjaan, berbeda dengan Mal Pelayanan Publik yang hadir untuk menjadi pusat layanan perizinan bagi masyarakat. (CNN Indonesia/Lavinda).

Pranoto mengaku, mengetahui mal tersebut dari informasi di internet, tepatnya ketika diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Djarot Saiful Hidayat pada pertengahan Oktober 2017 lalu.

Jika mal pada umumnya menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan, kini Mal Pelayanan Publik hadir untuk menjadi pusat layanan perizinan bagi masyarakat.

Mal merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Stand pelayanan yang tersedia di antaranya, milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan unit-unit peIayanan publik lainnya di Jakarta. Hal itu baik pusat, daerah, badan usaha milik negara/daerah, maupun swasta.


Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, mal ini mengintegrasikan 340 layanan, terdiri dari 296 pelayanan dari Pemprov dan 34 pelayanan pemerintah pusat. Di dalamnya, masyarakat bisa mengurus berbagai perizinan secara terpadu melalui satu pintu. Mulai dari memperpanjang paspor, SIM, pajak, dan perizinan lain.

Denny Wahyu Haryanto, Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mengatakan, kehadiran Mal Pelayanan Publik ini akan meningkatkan kualitas layanan dengan cepat dan mudah melalui integrasi layanan.

"Layanan terpadu ini diharapkan dapat mendorong daya saing industri nasional," katanya saat diwawancara CNNIndonesia.com.

Sejak diresmikan pada pertengahan Oktober, jumlah pengunjung mal meningkat signifikan, dari hanya 150 orang menjadi 700 orang saat ini. Ke depan, pemerintah akan terus mengembangkan pembangunan Mal Pelayanan Publik demi efektivitas dan efisiensi perizinan. Tak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar, seperti Surabaya, dan Makassar.

Dalam keterangan resmi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta menjadi proyek percontohan nasional.

Nantinya, Kemenpan akan mendorong pemerintah provinsi lain untuk membuka mal serupa. “Bukan hanya di Jakarta. Di Surabaya juga ada nanti, di Makassar juga ada. Kami harapkan akan menular ke seluruh Indonesia,” kata Asman.


Serba-serbi Mal Pelayanan Publik

Bagi masyarakat yang masih penasaran, Mal Pelayanan Publik dibuka dari Senin sampai Jumat pukul 07.30-16.00 WIB.

Di lantai 1 gedung mal tersedia antara lain, loket perizinan aktivitas usaha, loket perizinan pembangunan dan tata ruang, loket perizinan fast track.

Selanjutnya, di lantai 2 terdapat loket perizinan prioritas, loket perizinan pertanahan, loket konsultasi, ruang prioritas, dan loket layanan AJIB.

Sisanya, di lantai 3, mal menghadirkan loket kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk layanan perpajakan, Direktorat Bea dan Cukai untuk kepabeaan, dan Direktorat Jenderal Imigrasi yang salah satunya perpanjangan passpor,

Terdapat pula Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk layanan perizinan investasi.

Ada juga pelayanan Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta untuk layanan sertifikat tanah, Polda Metro Jaya untuk pelayanan SIM, STNK, SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan, dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta dan PT PLN (persero) untuk layanan kelistrikan, serta Bank DKI untuk layanan perbaikan.