Bank Indonesia Catat Konsumsi Melemah pada Oktober

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 07/11/2017 10:11 WIB
Bank Indonesia Catat Konsumsi Melemah pada Oktober Pada bulan Oktober, rasio konsumsi terhadap pendapatan berada di angka 65,7 persen atau melemah dari posisi September yakni 66,4 persen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat, porsi pendapatan masyarakat yang disisihkan untuk konsumsi semakin menurun. Pada bulan Oktober, rasio konsumsi terhadap pendapatan berada di angka 65,7 persen atau melemah dari posisi September yakni 66,4 persen.

Hal itu terlihat dari Survei Konsumen Bank Indonesia edisi bulan Oktober 2017. Berdasarkan hasil survei tersebut, turunnya porsi konsumsi masyarakat merupakan implikasi dari melemahnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjelang akhir tahun 2018.

IKK di bulan Oktober sendiri tercatat 120,7 atau lebih rendah dibanding September yakni 123,8. Pelemahan IKK dikarenakan persepsi masyarakat akan kondisi saat ini dan akan datang juga tidak menunjukkan sinyal positif.



Untuk persepsi kondisi ekonomi masa kini, responden merasa penghasilannya semakin berkurang, terutama bagi masyarakat dengan golongan pendapatan Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Sementara itu, golongan pendapatan menengah ke atas cenderung menahan konsumsi atas barang tahan lama (durable goods) seperti elektronik dan perabotan rumah tangga.

Hal tersebut terlihat dari indeks pendapatan yang berada di angka 114,5 atau turun dari posisi 114,6 di bulan sebelumnya, dan juga terlihat dari indeks keetepatan pembelian barang tahan lama dari 112,2 di bulan September ke angka 110,1 di bulan kemarin.

Selain itu, konsumen juga memiliki ekspektasi bahwa kondisi ekonomi masih akan terus melemah dalam enam bulan mendatang meski masih masuk dalam kategori optimistis. Adapun, ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada di angka 133,8 atau lebih rendah dari angka bulan sebelumnya.


Survei menyebut, faktor yang mendorong optimisme konsumen adalah percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Namun di sisi lain, konsumen juga khawatir bahwa tekanan inflasi bisa menghambat kenaikan kegiatan usaha dalam waktu enam bulan mendatang.

Tak hanya itu, konsumen juga tidak yakin bahwa kenaikan penghasilan dalam enam bulan ke depan tidak sebesar sebelumnya.

Sejalan dengan pesimisme akan kondisi ekonomi saat ini dan masa depan, masyarakat cenderung menggunakan penghasilannya untuk menabung. Tercatat, rasio tabungan terhadap pendapatan naik dari 19,2 persen di bulan September ke angka 20,2 di bulan Oktober. (gir/gir)