Saham Wika Gedung Menanjak di Perdagangan Perdana

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 10:18 WIB
Saham Wika Gedung Menanjak di Perdagangan Perdana Selama masa penawaran (bookbuilding), saham Wika Gedung mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 216 persen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Wika Gedung Tbk (WEGE) dibuka menguat 3,45 persen ke level Rp300 per saham pada awal perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Kamis (30/11).

Angka itu merupakan pencapaian harga saham Wika Gedung tertinggi saat pembukaan dan sempat menyentuh level terendah di level Rp290 per saham.

Wika Gedung merupakan anak BUMN ketiga yang melaksanakan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun ini, setelah PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) dan PT PP Presisi (PPRE).



Direktur Utama Wika Gedung, Nariman Prasetyo mengatakan, selama masa penawaran (bookbuilding), saham Wika Gedung mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 216 persen.

"Oversubscribed ini menunjukan bahwa animo atau kepercayaan publik terhadap penawaran saham Wika Gedung begitu besar," papar Narimam, Kamis (30/11).

Perusahaan melakukan penawaran pada 22 November-24 November 2017 dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 2,87 miliar lembar saham dan harga Rp290 per saham.


"Sehingga Wika Gedung memperoleh dana sekitar Rp832,8 miliar dari publik," sambung Nariman.

Rencananya, perusahaan akan menggunakan sebagian besar raihan dana IPO atau sekitar 70 persen untuk ekspansi usaha dan sisanya untuk menutup kebutuhan modal kerja.

Lebih lanjut, Nariman menyatakan, perusahaan selalu mencetak pertumbuhan order book dan laba rata-rata 40 persen sejak tahun 2016. Dengan begitu, ia mengklaim, catatan positif ini bisa memberikan nilai tambah bagi investor. (gir/gir)